Dari Berkas Perkara ke Wajan Membara: Aksi Humanis Satreskrim Polres Bangka Barat di Lomba Nasi Goreng

Bangka Barat7 Dilihat

ALLOPOST_BANGKA BARAT — Suasana tegang bercampur tawa mewarnai pelataran Polres Bangka Barat pada Jumat (26/06/2026).

Pemandangan kontras tersaji saat personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) yang biasanya lihai mengusut kasus kriminal dan menyusun berkas perkara, kali ini harus berjibaku dengan kepulan asap, tajamnya pisau dapur, dan panasnya kobaran api kompor.

Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Raja Taufik Intan Bintani yang memberikan dukungan penuh di barisan depan, korps baju putih-hitam ini menurunkan tim terbaiknya dalam kompetisi memasak Nasi Goreng.

Tak ingin tampil biasa saja, tim yang dinakhodai oleh Briptu M. Dalyansyah sebagai chef utama, serta diperkuat oleh Brigpol Heri, Bripda Abi, dan Bripda Hendri ini, menggebrak meja juri dengan menu mewah: Nasi Goreng Udang Bakar Madu 3.

Perpaduan rasa nasi goreng yang kaya rempah dengan seafood manis-gurih menjadi strategi andalan mereka.

Menariknya, rahasia kelezatan hidangan mereka bukan berasal dari buku resep modern atau internet, melainkan warisan kuliner keluarga. Demi menjaga keaslian rasa, Briptu M. Dalyansyah bahkan melakukan ritual khusus sebelum pertandingan dimulai.

“Sebelum bertanding tadi, saya sempatkan telepon orang tua dulu. Selain minta doa restu agar masakan kami lancar, saya juga memastikan detail takaran resepnya pas. Ini resep turun-temurun,” ungkap Dalyansyah dengan nada bangga.

Bagi para personel reserse, atmosfer lomba memasak rupanya memberikan tantangan adrenalin yang mirip dengan tugas lapangan. Ketepatan waktu, manajemen pembagian tugas—siapa yang mengiris bumbu hingga menjaga kematangan udang agar tidak overcooked—memerlukan tingkat koordinasi yang presisi.

Meski berkompetisi dengan serius, Satreskrim Polres Bangka Barat menegaskan bahwa target utama mereka bukanlah podium juara. Di balik riuhnya suasana kompetisi, ada misi yang lebih besar yang ingin dicapai, yaitu soliditas internal.

“Ini bukan tentang siapa juaranya atau siapa yang paling hebat memasak. Ini adalah momentum untuk membangun kebersamaan dan soliditas di internal Satreskrim Polres Bangka Barat. Setiap aktivitas yang kami lakukan, baik di lapangan maupun dalam kegiatan seperti ini, kuncinya adalah kekompakan,” pungkas Dalyansyah menutup pembicaraan.

Melalui aroma harum Nasi Goreng Udang Bakar Madu 3 yang merebak hari itu, Satreskrim Polres Bangka Barat berhasil menunjukkan sisi lain dari korps bhayangkara: bahwa di balik ketegasan dalam menegakkan hukum, ada kehangatan, kerja sama tim, dan rasa kekeluargaan yang solid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *