Untuk mempererat ikatan emosional dengan masyarakat, sebanyak 150 personel Satgas gabungan yang diterjunkan tidak ditempatkan di barak khusus, melainkan diinapkan langsung di rumah-rumah warga lokal.
“Adapun rencana penempatan pasukan yang saat ini sudah berlangsung yaitu kami tempatkan anggota-anggota Satgas di beberapa kepala keluarga. Untuk kegiatan tetap kami kondisikan setiap Babinsa sebagai tertua di masing-masing rumah atau induk rumah,” puji Letkol Inf. Czi Fadhil.
Pendekatan kekeluargaan ini terbukti mendongkrak partisipasi aktif masyarakat setempat dalam mensukseskan seluruh agenda TMMD, mulai dari pembersihan Jalan Usaha Tani (JUT) hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Kriteria prioritas kami adalah dukungan dan partisipasi masyarakat yang sangat besar. Antusias masyarakat pada kegiatan ini sangat luar biasa, baik dalam gotong royong pengerjaan fisik maupun pemanfaatan hasil pekerjaan di bidang pendidikan, pertanian, dan perekonomian,” jelas Dandim.
Dalam TMMD yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini, kolaborasi bahu-membahu juga terlihat pada pengerjaan 4 unit RTLH milik warga (Bapak Dahimin, Ibu Rushani, Ibu Ayati, dan Bapak Surmantoyo) yang saat ini progresnya sudah melampaui 30 persen melalui kerja bersama personel TNI, teknisi, dan warga pemilik rumah.