Laporan perkembangan program tersebut disampaikan Dandim 0431/Bangka Barat, Letkol Inf. Czi Fadhil, saat menerima kunjungan Tim Wasev di Koramil 431-01/Jebus, Rabu (21/10/2026).
Letkol Inf. Czi Fadhil mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian lokal, termasuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan tambak di Bangka Barat. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah Satgas TMMD untuk menggulirkan program penanganan krisis air dan lingkungan.
“Kondisi saat ini di Bangka Barat sedang mengalami kekeringan. Namun tidak menyurutkan asa kami untuk membuat terobosan. Kami memprioritaskan pembuatan lima titik sumur bor, salah satunya di pondok pesantren yang memang sama sekali tidak ada sumber air,” tegas Letkol Inf. Czi Fadhil.
Selain untuk kebutuhan konsumsi santri dan warga, penyediaan fasilitas air bersih ini dirancang untuk mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah sekitar.
Guna memperkuat ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, Satgas TMMD juga menyiapkan lahan ketahanan pangan seluas 1 hektar serta menanam 1.000 bibit pohon keras yang difokuskan pada tanaman buah-buahan.
“Pohon yang ditanam lebih banyak pohon buah. Kami berharap selain berfungsi menghasilkan oksigen dan menjaga ekosistem, pohon ini kelak menghasilkan buah yang bisa dipanen langsung untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Dandim.