ALLOPOST_BANGKA BARAT — Pembangunan proyek terintegrasi Taman Kota dan Lapangan Gelora Mentok terus dikebut dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Pihak kontraktor pelaksana, PT Diatasa Jaya Mandiri, memastikan seluruh proses pengerjaan berjalan di bawah koordinasi ketat Balai Cagar Budaya guna melindungi zonasi bersejarah di kawasan tersebut.
Pelaksana Pekerjaan PT Diatasa Jaya Mandiri, Suwandi, mengungkapkan bahwa koordinasi ini sempat menjadi tantangan tersendiri di awal proyek. Namun, fase krusial tersebut kini telah berhasil dilewati demi memastikan tidak ada aset sejarah yang rusak.
Berdasarkan rekomendasi dari Balai Cagar Budaya, Lapangan Gelora ditetapkan sebagai zona inti dengan luasan khusus yang tidak boleh diubah sembarangan.
• Dimensi Zona Inti: 64 meter×100 meter.
• Pengamanan Fisik: Pemasangan dua patok bata di masing-masing ujung lapangan sebagai penanda batas eksisting yang akan diperkuat ke depannya.
• Perlindungan Vegetasi: Pohon-pohon purbakala yang masuk dalam daftar cagar budaya dipastikan aman dan dilarang keras untuk ditebang.
Selain itu, posisi aset bersejarah seperti lokomobil dipastikan tidak akan digeser dari tempat asalnya sesuai dengan hasil Focus Group Discussion (FGD).
Perbaikan hanya akan berfokus pada penguatan struktur pondasinya saja.
Sementara itu, material sisa bongkaran eksisting telah diamankan ke halaman kantor Pemda karena statusnya sebagai aset daerah.
Hingga pertengahan Juli 2026, proyek yang telah berjalan selama tiga bulan sejak Mei lalu ini mencatatkan progres riil di angka 12%.
Didukung oleh cuaca yang bersahabat, pihak pelaksana optimistis dapat mempercepat pembangunan struktur utama dalam dua bulan ke depan.
“Harapan kami pada bulan Agustus hingga September nanti, pembangunan struktur paling tidak sudah 90 persen selesai. Sehingga saat serah terima di bulan Desember 2026, area taman sudah dalam kondisi hijau dan rapi,” ujar Suwandi saat acara silaturahmi bersama awak media di Mentok, Sabtu (18/7/2026).
Tidak hanya fokus pada infrastruktur, proyek ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Pihak kontraktor menerapkan kebijakan proporsi pekerja 50:50 antara tenaga kerja lokal dan luar daerah.
Mengingat proyek ini nantinya akan dilengkapi dengan gerai UMKM dan fasilitas penunjang Car Free Day (CFD),
Suwandi berharap masyarakat lokal dapat ikut memberikan dukungan penuh hingga proyek selesai tepat waktu.
“Proyek ini sepenuhnya dibangun untuk manfaat masyarakat.
Kami berharap setelah selesai nanti, masyarakat juga ikut bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas ini,” pungkasnya.







