Pasien BPJS Batal Cabut Gigi Karena Air Kering, Rujukan RSUD Pun Tertahan

Bangka Barat10 Dilihat

ALLOPOST_BANGKA BARAT_ Keluhan terkait pelayanan kesehatan masyarakat kembali mencuat di Kabupaten Bangka Barat. Seorang warga menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial setelah gagal mendapatkan pelayanan cabut gigi di Puskesmas Mentok akibat minimnya pasokan air bersih di fasilitas kesehatan tersebut.

Dalam unggahan yang mendadak viral di media sosial, akun bernama Djie Fung Hoi BangkaBarat menuturkan bahwa petugas Puskesmas Mentok menyuruhnya kembali pekan depan lantaran krisis air bersih yang dipicu musim kemarau.

“Mau cabut gigi terkendala, katanya lagi musim kemarau tidak ada air bersih. Disuruh minggu depan balik lagi cabut giginya,” tulis pemilik akun tersebut, Selasa (8/9/2026)

Warga tersebut mengaku kecewa mengingat dirinya merupakan peserta BPJS Kesehatan aktif yang rutin membayar iuran bulanan. Ia juga menyayangkan kurangnya antisipasi dari pihak manajemen fasilitas kesehatan setempat dalam menghadapi krisis air bersih berkala.

Tak hanya terkendala di tingkat puskesmas, upaya pasien untuk meminta surat pengantar rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga tidak berjalan mulus.

Pihak puskesmas menginformasikan bahwa dokter spesialis gigi di RSUD rujukan tengah menjalani cuti selama satu minggu.Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat terhadap penanganan dasar fasilitas kesehatan di daerah.

Warga menilai pihak puskesmas seharusnya memiliki langkah antisipasi jangka panjang, seperti pembuatan sumur bor atau penyediaan tangki penampung air bersih untuk menjaga operasional pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Fenomena ini juga membuat warga mempertanyakan prioritas pembangunan infrastruktur kesehatan daerah.

Di tengah wacana pemerintah provinsi yang berencana membangun rumah sakit spesialis baru seperti Rumah Sakit Jantung, pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama justru dinilai masih membutuhkan perhatian dan perbaikan mendasar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Puskesmas Mentok maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat belum memberikan keterangan resmi terkait kendala operasional pelayanan medis akibat krisis air bersih tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *