Rutan Kelas IIB Mentok Tandatangani PKS dengan Kemenag Bangka Barat, Hadirkan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Bersertifikasi untuk WBP

Bangka Barat12 Dilihat

ALLOPOST_BANGKA BARAT— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS). Langkah strategis ini tidak hanya memperluas pembinaan kerohanian Islam, tetapi juga menghadirkan program terobosan berupa pelatihan pemulasaraan jenazah bersertifikasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (1/20/2026).

Program pembinaan keterampilan khusus ini dinilai sangat istimewa karena memberikan nilai profesional langsung kepada para peserta tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Bangka Belitung, Ade Agustina, memberikan apresiasi penuh atas inisiatif luar biasa yang digagas oleh Kepala Rutan Mentok.

Menurutnya, pelatihan bersertifikasi ini merupakan langkah progresif yang jarang ditemui di tempat lain.

“Pelatihan ini sangat baik yang diinisiasi oleh Pak Karutan… Dari peserta, nggak ada pembiayaan sama sekali, gratis, tidak ada dibebankan pembiayaan kepada WBP yang mengikuti pelatihan ini,” ujar Ade Agustina.

Ia menambahkan, sertifikasi resmi yang diperoleh para WBP akan menjadi bekal profesional yang sangat berharga setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Sertifikat tersebut dapat membuka peluang karier baru, baik sebagai tenaga profesional di rumah sakit, pekerja sosial, maupun penyedia jasa mandiri di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, menekankan bahwa esensi pemasyarakatan adalah memberikan dampak nyata dan positif bagi masyarakat luas. Program ini dirancang bukan sekadar mengisi waktu luang di dalam rutan, melainkan sebagai sarana transformasi sosial bagi para warga binaan.

“Yang tadinya WBP ini dikenal di kampung mungkin merupakan anak nakal, namun saat telah bebas tetangganya itu ada yang meninggal dunia kemudian dia langsung turun tangan membantu. Maka di situlah dia dikembalikan harkat dan martabat diri dari keluarganya,” tutur Andri Ferly.

Transformasi citra diri ini diharapkan mampu menyentuh nurani masyarakat, membuktikan bahwa warga binaan yang telah selesai menjalani masa pembinaan siap hadir kembali sebagai pribadi yang bermanfaat, mandiri, dan dapat diandalkan oleh sesama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat, Jumadi, menyambut baik kelanjutan kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa sinergi pembinaan keagamaan Islam bersama Rutan Mentok sebenarnya telah berjalan dengan baik pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, melalui penandatanganan PKS terbaru ini, cakupan dan materi kegiatan dipastikan akan semakin diperkaya demi hasil pembinaan yang lebih optimal bagi para warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *